Juni 18 2019 0Comment

APA ITU GNSS CORS ?

 

Sistem GNSS yang paling banyak diketahui orang adalah Global Navigation System (GPS) yang dikembangkan oleh United States Department of Defence dan saat ini dikelola oleh United Air Force 50th Space Wing. Sistem GNSS lainnya adalah GLONASS milik Rusia dan beberapa lainnya antara lain Galileo milik Eropa, Beidou milik China, serta beberapa sistem GNSS yang masih dikembangkan seperti QZSS milik Jepang dan IRNSS milik India.

Untuk melakukan pengukuran menggunakan GNSS dan mendapatkan akurasi yang bagus dibutuhkan setidaknya dua receiver GNSS yang mengukur koordinat secara bersamaan menggunakan metode pengamatan fase. Pada umumnya, receiver yang diletakan di titik yang telah diketahui koordinatnya disebut stasiun referensi (biasa disebut “master” atau “base”). Sedangkan receiver lain yang diletakan di titik yang ingin kita ketahui disebut rover. Metode untuk mendapatkan koordinat relative ini disebut Differential GPS.

Perkembangan pada GNSS, terutama pada GPS, telah menuju pada penggunaan Continuous Operating Reference System (CORS) yang membutuhkan sinyal dari GPS tanpa adanya interupsi. Sebagai tambahan, CORS juga diperlukan untuk melakukan penyimpanan data dan pada beberapa kasus perlu juga untuk bisa mengolah data yang kemudian data tersebut akan dikirimkan ke receiver rover. CORS membantu pengguna receiver GNSS sehingga pengguna bisa melakukan pengukuran dengan hanya menggunakan satu receiver.

Setiap jaringan CORS terdiri dari beberapa stasiun GNSS yang terkoneksi menggunakan jaringan komunikasi yang baik untuk kontrol dan komputasi secara real time. Setiap stasiun GNSS CORS harus memiliki receiver berkualitas geodetik, antena yang diinstal pada struktur yang stabil, jaringan komunikasi (internet atau radio), dan sumber listrik yang stabil. Pada beberapa kasus, diperlukan menginstal komputer sebagai tambahan untuk transmisi data dan kontrol. Akan tetapi receiver yang ada pada saat ini sudah memiliki kemampuan untuk mengirim raw data  ke lokasi pusat server dengan jaringan komunikasi dan software manajemen jaringan yang baik.

Sebagai tambahan, user interface juga diperlukan untuk konfigurasi dan menjaga jaringan CORS. Semua ini dapat dilakukan secara remote  dengan bantuan komunikasi via sinyal radio atau internet.  Selain itu jika kita memerlukan data GNSS CORS untuk penggunaan secara offline untuk post processing secara manual, maka data GNSS CORS disimpan dalam format Receiver Independent Exchange Format, RINEX. Untuk penggunaan secara online Real Time Kinematic (RTK) maka format RTCM (Radio Technical Commission for Maritime Service) biasanya digunakan untuk transmisi data. Format RTCM adalah format standard yang diakui secara internasional untuk transmisi data secara real time  untuk koreksi data Differential GNSS dari GNSS CORS ke receiver GNSS yang digunakan sebagai rover.

Disalin ulang oleh : Anwar Ghazali, 15 Mei 2019

Sumber :

Schwieger et al. 2009. GNSS CORS – Reference Frames and Service. Stuttgart : International Federation of Surveyors

admin

Write a Reply or Comment